Salimah dan dua hantu lainnya

Mencoba membantu bu sutradara dalam mencari kostum hantu.

Siapa yang pernah lihat hantu? Bajunya seperti apa?

Tapi hantunya di Jakarta, di pinggiran Jakarta dan di tahun 90an ?


Mengulas sedikit rincian mengenai urutan adegan Goyang penasaran dimana salimah menjadi penyanyi dangdut dan digebuki masa untuk segera turun dari panggung. Kemudian ditambahkan adegan seorang banci yang mencari salimah dan menemukan selendang. Selanjutnya adegan salimah digodai dengan kemarahan salimah membuang batu sambil berkata : “Cuma pada bisa ngaceng lu semua” . Dan adegan terahkir salimah menutup koper sambil berkata lirih: “empatbelas” kepada pak haji ahmad.

Semua simbol pergi dari pangung, salimah Hilang ( hanya ditemukan selendang), marah (pada bisa ngaceng), dan pergi (menutup koper). Lambang-lambang diatas menunjukkan bahwa salimah pergi. Titik kepergian terahkir pada ruang make up dibawah panggung sambil mengangkat koper.

Kostum terakir yang kita lihat sebelum salimah “hilang”, dan menjadi gentayangan (hantu yang juga diperankan oleh Tita, tomo, Reni dan Eri) adalah kostum terahkir salimah setelah salimah mengucapkan umur 14 tahun dengan lirih. Kostum tersebutlah yang akan menjadi patokan kostum hantu pada goyang penasaran.


Gambaran mengenai kostum yang merunjuk pada realistis ketika seorang penyanyi dangdut telah usai pentas dari panggung mereka akan berpakaian sopan dan mengunakan baju seperti wanita normal. Tentu saja untuk kasus salimah pada goyang penasaran akan sedikit berbeda, dikarenakan salimah pergi dan menghilang.



Ide-ide sebelumnya mengendai kostum hantu

Kostum Daster sebagai pilihan baju terahkir salimah pergi

Jika kita merujuk daster sebagai kostum terahkir salimah, beberapa lambang mengenai daster. Daster sebagai fungsi baju tidur. Menggunakan daster merupakan lambang perempuan yang tidur dan pergi menggunakan daster akan dimaknai ke-seksian perempuan sebagai baju rumah dan erat kaitannya dengan tidur, meniduri, ditiduri

Daster Batik

Batik di tahun 90 an belum terlalu digembar gemborkan oleh Indonesia, karena batik benar-benar dihargai di Indonesia ditahun 2000an teercetus berkat Negara Malaysia yang mengklaim dirinya sebagai pemilik budaya batik. Sehingga di tahun 90 an batik masih sanggat mahal sekali, itupun dikarenakan industry batik printing belum terlalu banyak, berdampak batik di pasaran tahun 90 an masih mahal.

Baju tidur transparent

Budaya baju tidur tipis ini merupakan budaya kostum dari budaya luar. Jika menggunakan baju tidur tipis ini di tahun 90 an di pinggiran Jakarta apakah jenis kostum ini sudah ada?

Profesi salimah yang sudah peka terhadap baju seksi untuk pentas diatas panggung dengan konsep rok mini dan serba ketat, tidak menutup kemungkinan bahwa kostum baju tidur transparan ini dapat dimiliki oleh salimah. Hanya, apakah kostum ini merupakan kostum terahkir salimah pergi?

Membuat lebih kerucut, apakah salimah pergi terburu-buru dengan membawa koper menggunakan baju tidur ? Lalu apakah ada kostum yang lebih tepat?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar